Halaman

Khamis, 25 Februari 2010

Kemana Aku, Esok?

Di tempat kerja tadi, beberapa orang bertanyakan aktiviti aku esok. Mungkin mereka menjangkakan aku akan pergi ikut berarak sempena Maulidur Rasul. Atau mereka mengagak aku akan bersama dengan kawan-kawan mengadakan ceramah.

" Esok insyaAllah nak balik kampung ziarah mak. " Ujarku memberitahu. " Udah lama tak ziarah mak. "

" Pergi dengan ibu_suri ke? "

" Ha...ah... Macam selaluu... " Selaku merujuk kepada agenda pulang ke kampungku sebelum ini jika ibu_suri ikut serta.

Pepagi esok bertolak. Mudah-mudahan sempat solat Jumaat di Masjid Al-Khairiah, kampungku itu. Kemudian ziarah kubur abah.

Sebenarnya ringan mulutku ini hedak bertanya pada mak.

" Mak, agaknya bagaimana mak mengharungi kehidupan dan menjaga kami sekeluarga semasa abah sakit dahulu? " Soalan ini merujuk kepada kisah aku dan adik-adikku masih di sekolah rendah sekitar 60an. Abah tiba-tiba menjadi tidak normal. Entahlah, hendak dikatakan akibat terlebih menuntut ilmu lewat peristiwa 13 Mei ketika itu, aku pun kurang ingat.

" Mak... saya dapat rasakan bahawa nasib mak ketika itu sama seperti nasib saya sekarang ini. "

" Bawa bersabarlah, IM... Tuhan tu Maha Kaya. Tak ada umat di atas dunia ni yang hidup tak ada masaalah. Semuanya perlu hadapi masalah itu. kalaulah ada orang yang hidup dengan tak ada masalah, mak rasa orang tu ada masalah... " Agaknya begitulah nasihat mak pada aku nanti.

" Hadapilah hidup ini dengan sabar. Hadapi ia satu demi satu. Habis hari ini, datang hari esok. Habis minggu ini kita lalui minggu depan. Tahun ini hingga tahun depan. Gitulah seterusnya. " Begitu nasihat yang selalu mak lumatkan ke telinga ku bila saja aku mengadu hal.

Kesian mak aku. Dalam kepayahannya menanggung kelumpuhan tangan dan kaki krinya, dia masih ambil berat tentang aku. Malah bila aku lama sikit tidak balik dia akan menalipon aku. Dan aku akan menjawap panggilan itu dengan penuh rasa serba salah.


Aku ingin contohi kekuatan semangat mak. Aku ingin teladani ketahanan mak. Pesan mak yang selalu aku ingat.

" Kita jangan banyak ragam. Jangan susahkan orang. Mana yang baik kita ikut sahaja. InsyaAllah, orang akan suka pada kita.

Ya... walaupun mak seperti sekarang ini, tapi mak tidak banyak menyusahkan anak-anaknya. Mak lebih suka berdikari...

3 ulasan:

Lana~Bulu berkata...

Kenang ibu selalu..
Mmg terlalu besar jasa depa..tak terbalas pun..
Kunci syurga kita pada mereka yg bergelas ibu..
Tahniah pasai U seorang anak yg menghargai ibu..

Anonymous berkata...

The Abercrombie and Fitch style has lived much longer than Abercrombie its counterparts from the 1980s; Abercrombie Sale it may be because of its relatively Cheap Abercrombie inoffensive style or Abercrombie outlet because people just love animals, abercrombie Jeans but it's less frowned upon.Today you can find high quality blanket and sheet sets in a cheetah print. Abercrombie Pants These are common enough that you could Abercrombie Tees even go to a department store and find them, so you should have no problem finding cheetah printed sheets Abercrombie Shorts and blankets if they are what you are looking for. Abercrombie Sweaters These can be a great accent to a more contemporary home theme, though obviously are not great for homes that are more conservatively or classically decorated. Curtains that have this type of pattern are more difficult to come by. You may have to go to interior design specialty stores, or look online order to find curtains with cheetah spots printed on them. However, in most cases if you can find them, they are usually not very expensive.

LadyBird berkata...

uncle Im.. :) semoga tabah.. :).. lalui setiap keperitan dengan senyuman walaupun ia pahit.. semoga yang pahit itu akan manis jua akhirnya nanti.. :)